TURUT BERDUKA CITA ATAS TEWASNYA MANTAN PERDANA MENTERI PAKISTAN BENAZIR BHUTTO AKIBAT TEMBAKAN DAN SERANGAN BOM BUNUH DIRI DI RAWALPINDI PADA 27 DES 2007. BENAZIR BHUTTO ADALAH SIMBOL MODERNITAS DAN DEMOKRASI DI PAKISTAN. KAMI RAKYAT INDONESIA MENGUTUK KERAS AKSI TEROR TERSEBUT.

Malaysia Colong Kayu Indonesia
Sumber: Kompas Online, Rabu, 13 Februari 2008 20:43 WIB

SINTANG, RABU - Dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemberantasan Illegal Logging (pembalakan liar) Kabupaten Sintang, Rabu (13/2), terungkap ada enam lokasi jalur penebangan liar dari Malaysia yang sudah memasuki wilayah Indonesia di perbatasan Kabupaten Sintang, tepatnya di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah.

Di Kecamatan Ketungau Hulu ditemukan tiga lokasi pembalakan liar, yakni di perbatasan Enteli (Desa Sungai Seria), Muakan (Desa Sungai Seria), dan Nanga Bayan (Desa Nanga Bayan). Di Kecamatan Ketungau Tengah ditemukan tiga lokasi, yakni perbatasan Semareh (Desa Gut Jaya Bakti), Tanjng Lesung (Desa Gut Jaya Bakti), dan Nanga Seran (Desa Wana Bakti). Di lokasi itu ditemukan jalur angkutan kayu sejauh 0,3-2 kilometer dengan lebar jalan delapan meter, serta sisa-sisa kayu yang belum terangkut ke Malaysia.


"Kami sudah mengidentifikasi (lokasi pembalakan liar) di perbatasan selama dua tahun terakhir, namun tidak berdaya menanganinya meskipun di enam lokasi itu sudah ada pengamanan yang melibatkan Batalyon Lintas Batas (Tonlibas). Ini memerlukan perhatian dari pemerintah pusat karena menyangkut harga diri dan martabat bangsa, mengingat kayu-kayu di wilayah Indonesia telah dicuri Malaysia," kata Wakil Bupati Sintang Jarot Winarno yang juga Ketua Satgas Pemberantasan Illegal Logging Sintang dalam rakor tersebut.

Dikatakannya, ketiadaan infrastruktur jalan dan medan terjal berbukit-bukit membuat lokasi itu sulit dijangkau. Saat ada laporan dari masyarakat dan tim bergerak, pelaku pembalakan sudah meninggalkan lokasi. Namun bersebarangan dengan lokasi itu, di wilayah Malaysia masih terlihat kamp-kamp pekerja kayu dan alat berat pengangkut kayu yang masih aktif.

Kepala Kepolisian Resor Sintang Budi Yuwono mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau dan menangani pembalakan liar di perbatasan. Komandan Unit Intel Komando Distrik Militer Sintang 1205 Sintang Letnan Satu Chb Mazhar juga mengungkapkan, kondisi alam yang berbukit terjal dan keterbatasan sarana serta personil Tonlibas, membuat pengamanan wilayah perbatasan masih memiliki celah bagi pencurian kayu oleh Malaysia. Hanya ada enam pos pengamanan perbatasan dengan 20 prajurit di masing-masing pos. Jarot juga mengungkapkan, anggaran Satgas Pemberantasan Illegal Logging Sintang yang hanya berkisar Rp 100 juta per tahun. (Christoporus Wahyu Haryo P)

Bener-bener maling…!

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Dasar Brengsek Bajingan wong Melayu.
Ketika Bu Megawti atau Pak Prabowo lagi memenangkan President mugi-mugi kami bisa Ganyang Maling brengsek wong bajak yang doyan rasa anus wong Inggris- si tukang tai- wong Melayu.
Mereka colong katy mahal dari kami buat dijual wong Singke.
Dasar hamba Cina ini si wong Melayu.
Sekali pun si Melayu lagi sabotage negri wijaya Indonesia.
Tanah Melayu mencolong dari Indonesia daripada si Colonial

Si Melayu wis habis kesabaranya kami.
Jaman sekarang siap Mengahncurkan Bangsa Brengsek Melayu
Angaktan Bersenjata Republik Indoniesa lagi kuat sekali. Pajurit kami bangga dan berani sekali
Pasti mereka mau pun balas dandam si Tai Kucing Tai Babi wong Melayu

Raha mengatakan...

Walah2, curi aja semuanya!!!

Dasar Malingsia!!


ikut promo blog baru y
http://rahaspeaks.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

stupid indonesians! i think u're all dumbass. illegal trees logging could happen anywhere lah bodoh. in fact stealing could happen anywhere.

Unknown mengatakan...

Tangkap si maling and tanam aja pak ...!Dasar pemberontak



VISIT INDONESIA 2008
celebrating 100 years of nation's awakening